11 langkah perihal makanan dan minuman untuk perduli lingkungan bagi anak cucu kita esok (bag.1)

11 Langkah Mudah tentang makanan dan minuman untuk sedikit perduli lingkungan bagi masa depan anak cucu kita


1. Kurangi konsumsi daging – bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian. Peternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, ini lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat,dll). Belum lagi ditambah dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktifitas peternakan lainnya seperti metana yang 23 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian.

2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.

3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.

4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.

5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat membelinya.

6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.

7. Hindari fast food. Fast food merupakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Anda.

8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggannya untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka untuk menyelamatkan lingkungan.

9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Jika Anda terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.

10. Berbelanjalah di lingkungan di sekitar Anda. Akan sangat menghemat biaya tansportasi dan BBM Anda.

11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Baik di lingkungan atau pundengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dll. Tergantung kesempatan dan kemampuan Anda masing-masing.

 

Cara mudah untuk memikirkan keberlangsungan beberapa tahun kedepan yang akan dihadapi anak cucu kita. Mari tanamkan melalui diri sendiri, keluarga dan masyarakat yang lebih besar. Selamat berpetualang dan salam cinta hijau 🙂

@Oktober 2011

 

JEMBATAN GANTUNG SEMERU, LUMAJANG

SUSPENSION BRIDGE OF PENANGGAL, LUMAJANG, EAST JAVA

PasruJambe adalah sebuah desa ±10 km arah barat daya kecamatan Candipuro, Lumajang , Jawa Timur atau ± 40km arah barat barat daya kota Lumajang. Sekitar perjalanan darat waktu tempuh ± 1 jam dengan perjalanan sawah dan sungai besar di sebelah kanan dan kiri perjalanan anda. Pasrujambe juga terkenal dengan komoditi buah buahan khas durian Lumajang. Begitu pula pos pemantau aktivitas Gunung Semeru berada di desa Penanggal ini tepatnya pos pantau Gunung Sawur kecamatan Candipuro, Lumajang letaknya 5km selatan desa Pasrujambe ini .

peta jGS lumajang

Pada awalnya Sungai Besuk Sat Gunung Semeru, Penanggal ini adalah sungai utama sumber kehidupan masyarakat penambang pasir di sekitar sungai . Aliran utama air sungai Pasrujambe berasal dari Gunung Semeru, Jawatimur, salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur (±3676m). Hampir 70 persen penduduk di sekitar sungai terutama kaum laki laki bermata pencaharian sebagai penambang pasir, dan sebagian penduduk masih bertani.

 

Jembatan yang dikenal dengan Jembatan Gantung Semeru (JGS) ini menghubungkan desa Pasrujambe dan desa Penanggal. Dua desa disisi kanan dan kiri sungai besar ini yang setiap harinya mengalir aliran sungai dari Gunung Semeru. Tetapi semenjak 1 tahun terakhir terdapat kebijakan dari pemerintah daerah Lumajang untuk mengantisipasi banjir lahar dingin Gunung Semeru dan faktor keamanan dan keselamatan warga disekitar sungai maka aliran utama sungai ini sebagian dialirkan ke arah Selatan memotong lereng gunung Semeru dengan membuat bendungan besar di lereng gunung Semeru.

foto oleh mansyur hasan wahyudi

Jembatan Gantung Semeru ini adalah jembatan sumbangan dari seseorang berkebangsaan Swiss bernama Toni  untuk pemerintah kabupaten Lumajang.  Mr Toni dibantu seorang asisten ahli  dari Myanmar mendatangkan keseluruhan material mulai dari kabel baja sling dan papan baja langsung dari Swiss. Kepentingan jembatan ini adalah memberikan sarana kemudahan untuk warga terutama masyarakat Penanggal dan Pasru Jambe. Karena selama ini untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari hari warga utamanya warga desa Pasru Jambe harus menyeberang sungai Besuk Sat ini. Itupun masih terhalang besar kemungkinan adanya aliran lahar dingin yang tidak menentu kesehariannya dari lereng gunung Semeru.

warga menyelesaikannya dalam waktu 4 jam (foto.Antara)
bentang tengah jembatan gantung (foto oleh mansyur hasan)

Jembatan gantung sepanjang ± 96m ini dibangun sekitar pertengahan tahun 2011 dengan biaya keseluruhan ditanggung oleh Toni. Sedangkan ± 200 warga Pasrujambe secara swadaya tenaga ikut mendirikan Jembatan Gantung Semeru selama 5 hari tanpa dibayar sepersen rupiah. Hebatnya lagi, proses pembuatan bentang utama jembatan gantung yang melintasi sungai Besuk Sat ini diselesaikan warga dalam kurun waktu ±4 jam saja! Luar Biasa!!! Mulai dari pemasangan kabel sling baja serta panel papan baja berukuran 200cm x 200cm. Satu kebanggaan yang patut dijaga, dilestarikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya tanpa adanya tendensi khusus kepada masyarakat. saya pribadi acungkan 2 jempol .

foto dari sisi desa PasruJambe (foto oleh mansyur hasan w)

 

 

sisi sungai Besuk Sat (foto oleh mansyur hasan wahyudi)

Sebuah semangat gotong royong warga masyarakat sungai Besuk Sat dan kepedulian tinggi seorang warga negara Swiss yang tersentuh hati nurani untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan adalah semangat yang patut diacungi jempol dan ditiru. Salam Inovasi 🙂

 

Mansyur Hasan Wahyudi  (September 2011)

 

rumah tinggal bermuka dua

PROJECT DATA :

Project Name : Rumah Tinggal Perak

Location : Jl.Pahang 10, Perak Timur, Surabaya, Jawa Timur

Status : Terbangun (Oktober 2009)

Site Area : Approximately 500 m2 with 2 floor level

Client/Owner : Bpk. Donny Surya, Perak, Surabaya

Principal Design : sembilanstudio

Main Building Contractor : owner

Images/Photos : 3dsMax, photo by Mansyur Hasan Wahyudi

 

Note :

‘Dualisme wajah bangunan lahan berpunggungan ’

 

Description :

Pada mulanya rencana membangun rumah di lahan kosong jalan Pahang sudah hampir teralisasikan. Namun secara kebetulan lahan di belakang rumah dijual maka owner segera menindaklajuti untuk dibeli.

photograph by mansyur hasan wahyudi

Keinginan utama ownerpun tidak terlalu muluk muluk dengan lahan yang sangat luas untuk dikembangkan, owner juga tidak menginginkan rumah dengan bentuk yang terlalu aneh dan tidak umum. Pertimbangan fungsional dan sirkulasi sangat diperhatikan oleh klien…selengkapnya http://sembilanstudio.com/architecture/