( RUBRIK KONSULTASI ) Rumah Salon Ideal

 

RUBRIK KONSULTASI 18 MARET 2012

SOAL 18 Maret 2012 :

Saya mempunyai lahan 7×15, saya berencana membuat rumah yang ada ruang usaha salon saya yang berukuran cukup sedang. Saya tinggal bersama suami, 2 orang anak perempuan dan 1 pembantu rumah tangga. Mohon solusinya. Terima kasih

JAWABAN :

Kami rencanakan rumah 2 lantai untuk mendapatkan ruangan ideal sesuai dengan permintaan bapak/ibu penanya, kami organisasikan ruang utama di lantai satu meliputi salon sebagai kebutuhan berwirausaha dan ruang penunjang lain seperti ruang keluarga, dapur dan kamar tidur utama. Sedangkan di lantai dua kami rencakan untuk kamar tidur anak, kamar tidur pembantu dan jemuran.

Taman belakang terhubung dengan void/lantai terbuka dari jemuran berfungsi sebagai sirkulasi angin dan penghawaan dari belakang rumah. Begitu pula dengan void diatas dapur berfungsi membantu sirkulasi udara dari dapur diteruskan ke atap rumah. Kami sarankan untuk bagian atap  di atas tangga naik ke lantai 2 menggunakan atap transparan misal genteng kaca, untuk menambah penerangan di area tangga sekaligus penerangan ruang keluarga di lantai 1 di siang hari.

Akses servis menggunakan tangga putar untuk mendapatkan taman belakang yang cukup luas serta efektifitas ruang yang bisa dimanfaatkan untuk area cuci/setrika. Semoga bermanfaat dan selamat membangun.

 

Mansyur Hasan W.

Praktisi Arsitektur dan Interior Sembilanstudio

Jl.Klampis Semalang III/7B-56 Surabaya,

Telp (031) 70741251, 08563302433

Email : sembilanstudio@yahoo.com

Web : www.sembilanstudio.com

( LANSEKAP ) ”WATER FOUNTAIN JETAK INTERSECTION OF BOJONEGORO”

PROJECT DATA :

Project Name : Air Mancur Perempatan Jetak, Bojonegoro

Location : Jl.Rajekwesi Bojonegoro ( Perempatan arah Cepu ) , Jawa Timur

Status : Terbangun (Desember 2011)

Site Area : Approximately 20 metressquare

Client/Owner : Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Bojonegoro, Jawa Timur

Principal Interior Design : sembilanstudio

Main Building Contractor : DKP Bojonegoro

Images: Rendering with 3dsMax7 Studio

Photos : Mansyur Hasan W

Note :

‘eksistensi identitas kota Bojonegoro sebagai kota Kayangan Api’

 

Description :

water fountain bojonegoro, east java

Wacana dasar dari pembuatan air mancur di lokasi ini adalah memberi sebuah sclupture/penanda sebagai identitas sekaligus memperindah kawasan wilayah Jetak. Sebelumnya wilayah ini sarat dengan gelap dan rawan kecelakan karena tidak terlihatnya secara jelas penanda jalan dan kurangnya penerangan jalan utama. Kawasan Jetak dan jl. Rajekwesi adalah kawasan terminal lama yang sekarang beralih fungsi menjadi kawasan pujasera dan pedagang kaki lima.

perencanaan desain awal di lokasi

Mengenai konsep dasar perencanaan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat merujuk salah satu desain air mancur di kota pahlawan Surabaya dengan desain lampu yang bisa berganti ganti. Karena rujukan utama sudah jelas, perencana mencoba mengembangkan ide dengan menyesuaikan dengan konsep awal sebuah eksistensi kota Bojonegoro sebagai kota Kayangan Api (Api Abadi)

air mancur bojonegoro di malam hari

Dari konsep bentuk diambil dengan mencerminkan juluran lidah api yang bertransformasi dengan dua bentuk lengkung panjang dan pendek yang saling berhadapan. Sedangkan bola dan mangkuk adalah hasil transformasi bentuk dari sebuah kesatuan tekad masyarakat setempat sekalius berfungsi sebagai wadah air dari cipratan teratas untuk mendapatkan volume air mancur yang berwarna warni ketika disorot lampu penerangan.

 

Air mancur ini direncanakan dengan dua buah pompa air berkekuatan besar untuk memancarkan 42 titik semprotan air mengelilingi scluptur lidah api tersebut dan didukung dengan lampu teknologi LED sebagai penerangan estetika. Karena keterbatasan dana, penggunaan lampu LED warna warni diurungkan dan sebagai gantinya adalah lampu LED selang berwarna warni dan didukung beberapa lampu sorot berkekuatan 250 watt.

detail air mancur

Material konstruksi dasar pembuatan air mancur ini adalah dari beton dan pasangan bata, sedangkan untuk finishingnya menggunakan batu alam bobos dan car dinding tahan cuaca. Elemen estetika bola terbuat dari plat aluminium mengurangi beban sendiri juluran sclupture tertinggi dan dicat duco standart untuk cat mobil. Pemilihan warna dari perencana adalah kombinasi warna soft berupa abu abu dan coklat, dan ketika diaplikasikan hal yang menjadi pertimbangan utama dari dinas Kebersihan dan Pertamanan  adalah kurangnya ‘Center Point’ atau ‘Point Of Interest’ dari air mancur ini sehingga diputuskan menggunakan warna biru dan merah tanpa mengurangi dan mengganggu bentuk yang sudah direncanakan. ( Maret 2012 )

detail air mancur

( INTERIOR ) ”BASIC TECHNOLOGY EDUCATION LABORATORY”

PROJECT DATA :

Project Name : Basic Technology Education Laboratory for Junior High School

Location : RSBI SMPN 2 Bojonegoro Jl.DR Wahidin 82 Bojonegoro, Jawa Timur

Status : Terbangun (Februari 2012)

Site Area : Approximately 54 metressquare

Client/Owner : SMPN 2 Bojonegoro, Surabaya Jawa Timur

Principal Interior Design : sembilanstudio

Main Building Contractor : sembilanstudio

Images: Rendering with 3dsMax7 Studio

Photos : Mansyur Hasan W

Note :

‘menciptakan lingkungan yang beradapatasi teknologi dan sains’

 

Description :

Ruang Pelatihan Teknologi Dasar merupakan ruangan wajib bagi sekolah yang berstandart internasional. Semenjak gedung terbaru terbangun atas kerjasam dengan PT.Pertamina sebagai donatur utama pembangunan gedung khususnya Ruang Pelatihan Teknologi Dasar, pihak Kepala Sekolah menginginkan untuk segera diwujudkan ruang yang dikhususkan sebagai ruang latihan , ruang praktik dan ketrampilan khususnya di bidang teknologi dan sains

international standart classroom, ruang kelas

Konsep utama ruangan ini adalah ruang praktik siswa secara beregu/ kelompok, arena praktik robot, dan display beberapa alat teknologi dasar berupa robot, mesin dan teknologi lainnya. Keperluan sebuah meja praktik untuk siswa dan panggung arena robot adalah mutlak diperlukan untuk memfasilitasi kurang lebih 20-25 orang siswa.

international standart classroom, ruang kelas

Perencana interior sengaja menghadirkan lemari display kaca dengan terdapat lampu didalamnya sebagai lemari simpan beberapa robot hasil karya terbaik siswa, 6 buah meja praktik dan meja komputer dan bangku duduk yang dilengkapi dengan lampu penerangan disetiap meja diatasnya. Sedangkan konsep robot sampah dihadirkan dengan jalur dibawah meja komputer untuk efektifitas ruang dan menyesuaikan konsep dasar robot sampah untuk mengambil setiap sampah di masing masing meja praktik.

perencanaan desain awal, interior classroom

Penataan layout sederhana dengan 3 meja praktik di kanan dan di kiri dengan panggung robot di tengah tengahnya sebagai arena robot dengan disetiap meja praktik terdapat meja praktik dan meja komputer untuk kebutuhan pemograman robot. Di sisi terjauh terdapat display lemari simpan robot dengan pintu kaca sekaligus sebagai background ruangan laboratorium ini.

perencanaan awal ruang PTD, interior classroom

Material kayu olahan /plywood sebagai material dasar meubeler dan besi hollow sebagai cerminan bahan teknologi kuat dan dengan finishing cat duco untuk mobil, cat dinding standart tingkat sedang, dan digitall printing poster untuk menambah suasana ruang kelas laboratorium ini menjadi lebih semarak. Pemilihan warna biru muda, putih dan abu abu adalah ekspresi perencana interior mewakili warna teknologi di era modern (Maret2012)

 

Foto foto lain :

ruang eksisting PTD sebelum direnovasi
denah rencana ruang PTD
interior classroom, lemari display robot di ruang PTD
meja parktik dilengkapi dengan lampu diatasnya dan stop kontak di masing masing meja

BULA, Negeri antah brantah di P.Seram Bagian Timur, Maluku (part2)

 

pintu gerbang pedesaan di kota Bula (foto:mansyur hasan)

Bula, kota kabupaten Seram Bagian Timur memiliki mayoritas penduduk asli Bula dan Ambon 70 persen, sedangkan pendatang dari Jawa dan keturunan Cina masing masing 25 persen dan 5 persen. Penduduk asli Bula lebih banyak bermata pencaharian sebagai nelayan dan perkebunan pala. Sedangkan penduduk pendatang lebih banyak berdagang berjualan di pasar, warung makan masakan Jawa dan toko perancah bahan-bahan makanan pokok.  Adanya warga pendatang Jawa dan keturunan Cina di Bula, memberi semangat baru dalam perkembangan kota Bula itu sendiri baik dalam persaingan perekonomian maupun dalam bekerja sehari hari. Pemeluk muslim di Bula adalah mayoritas sekitar 98% sedangkan sisanya adalah pemeluk Nasrani dan Hindu.

 

salah satu masjid di kota Bula, Seram Timur (foto:mansyur hasan)

Di kota ini tercatat baru ada 2 bank yaitu bank BRI dan Bank Maluku, yang mempunyai mesin ATM dan satu satunya mesin ATM di kota Bula ada di Bank Maluku (ATM Bersama). Ada cerita warga kalau ada keperluan transfer uang ke sanak famili diluar kota sangat kesulitan, tetapi salah satu warga keturunan Cina yang mempunyai koneksi perbankan di Jawa punya alat transfer khusus uang dengan biaya jauh lebih murah daripada transfer melalui Bank Maluku terutama untuk nasabah BCA.

Sinyal komunikasi di dalam kota Bula baru mempunyai 2 BTS Telkomsel (GPRS), 1 BTS Indosat dan baru saja masuk provider XL. Ketika berada di tengah kota, sinyal Telkomsel dapat diandalkan kekuatannya, sinyal Indosat hanya 1-2 strip dan itupun kondisi di pagi hari saja ada. Selebihnya sinyal indosat sangatlah lemah bahkan hilang begitu saja. Diluar kota dengan asumsi lebih dari 5 km dari pusat kota, untuk mendapatkan sinyal Telkomsel yang paling kuat di kota ini, diharuskan untuk keluar rumah dan berada di tepi jalan besar lintas Seram. Alangkah sulitnya untuk mendapatkan sinyal terbaik di kota ini terutama anda pengguna bukan Telkomsel.

Begitu juga dengan warung internet, keberadaan warnet di kota Bula baru ada 2 warnet. Itupun hanya buka pukul 10.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA. Para pejabat pemerintah daerah pun sama ketika akan membutuhkan internet perlu pergi dulu ke warnet atau ruang khusus di kantor bupati atau di pendopo kabupaten untuk memanfaatkan internet. Pemakaian modem masih belum efektif karena ketidak stabilan sinyal dari provider.

Sangat berbeda dan bertolak belakang dengan sarana hiburan warga kota Bula, hampir semua warga di Bula sudah menggunakan antena televisi parabola dengan saluran luar negeri demikian banyaknya. Mulai dari warga dengan tingkat perekonomian sederhana sampai tinggi sudah pasti mempunyai antena televisi parabola. Jangan kuatir di kota Bula anda masih bisa melihat pertandingan bola Liga Premier Inggris, Liga Italia ataupun siaran olahraga luar negeri lainya.

 

rumah kayu khas rumah di kota Bula dengan antena parabolanya

Jenis transportasi umum di kota Bula adalah ojek, angkutan kota dan becak. Tarif ojek di dalam kota berkisar Rp.3000 – Rp.5000, tarif jasa ojek keluar kota berkisar Rp.10.000-Rp15.000, angkutan kota tarif paling mahal rp.5000,-untuk jalur keluar kota (lebih dari 8km) sedangkan becak rata rata Rp.5000-Rp.10.000 di dalam kota.

 

angkutan kota di Bula (foto:mansyur hasan)

Makanan khas dari kota bula adalah Dendeng Rusa, tetapi semenjak Rusa dilarang untuk diburu, dendeng rusa bisa didapat secara sembunyi sembunyi dan hanya beberapa orang saja yang tahu bagaimana mendapatkannya. Kebutuhan bahan makanan pokok telur ayam dan daging ayam di Bula sangat tinggi melebihi kebutuhan daging sapi. Daging sapi disini lebih mahal harganya daripada daging rusa, banyak sekali penjual masakan Padang menggunakan daging rusa untuk di rendang atau penjual bakso memberi campuran daging rusa pada pentol baksonya. Dan rasanya tidak jauh berbeda dengan pentol bakso daging sapi. Sedangkan menu ikan laut adalah menu wajib sehari hari penduduk Bula terutama warga asli, ada yang berpendapat kalau sehari tidak makan ikan laut rasanya tidak enak dan efeknya mudah pusing kepala.

 

ikan bakar khas kota Bula (foto;mansyur hasan)

Harga tanah di kota Bula bisa dikatakan murah sekali bila dibandikan dengan kota setara kabupaten di Jawa, mulai dari harga rp.20.000/m2 di tepi jalan besar sampai rp.5.000/m2 untuk tanah yang masih berupa rawa dan hutan.

 

lahan kosong di Bula (foto:mansyur hasan)

Secuil pengalaman pribadi sebagai apresiasi khusus bahwa Bula, Seram Bagian Timur yang masih berusia 8 tahun perlu belajar untuk merangkak, berjalan dan akhirnya berlari cepat menyusul kota kota besar setingkat kabupaten di Indonesia. Satu bukti bahwa pemerataan pembangunan terutama di kawasan timur Indonesia sangat berjalan lambat. Jadi, siapkan anda menjadi salah satu pioner dan inovator penggerak terutama Kawasan Timur Indonesia!?

Itulah kota Bula, kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.

(Mansyur Hasan Wahyudi – Hotel Damai jl.Pendopo, Bula- SBT Maluku , 9 Januari 2012, 00.51WIT)

 

foto foto lain :

 

penginapan Damai di kota Bula (foto:mansyur hasan)
jalan menuju pantai (foto:mansyur hasan)

 

jalan menuju desa Bula Air (foto:mansyur hasan)
sungai besar di desa Bula Air, Bula SBT (foto:mansyur hasan)
pelabuhan Sesar di kota Bula (foto:mansyur hasan)
kota Bula sisi timur (foto:mansyur hasan)

JEMBATAN GANTUNG SEMERU, LUMAJANG

SUSPENSION BRIDGE OF PENANGGAL, LUMAJANG, EAST JAVA

PasruJambe adalah sebuah desa ±10 km arah barat daya kecamatan Candipuro, Lumajang , Jawa Timur atau ± 40km arah barat barat daya kota Lumajang. Sekitar perjalanan darat waktu tempuh ± 1 jam dengan perjalanan sawah dan sungai besar di sebelah kanan dan kiri perjalanan anda. Pasrujambe juga terkenal dengan komoditi buah buahan khas durian Lumajang. Begitu pula pos pemantau aktivitas Gunung Semeru berada di desa Penanggal ini tepatnya pos pantau Gunung Sawur kecamatan Candipuro, Lumajang letaknya 5km selatan desa Pasrujambe ini .

peta jGS lumajang

Pada awalnya Sungai Besuk Sat Gunung Semeru, Penanggal ini adalah sungai utama sumber kehidupan masyarakat penambang pasir di sekitar sungai . Aliran utama air sungai Pasrujambe berasal dari Gunung Semeru, Jawatimur, salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur (±3676m). Hampir 70 persen penduduk di sekitar sungai terutama kaum laki laki bermata pencaharian sebagai penambang pasir, dan sebagian penduduk masih bertani.

 

Jembatan yang dikenal dengan Jembatan Gantung Semeru (JGS) ini menghubungkan desa Pasrujambe dan desa Penanggal. Dua desa disisi kanan dan kiri sungai besar ini yang setiap harinya mengalir aliran sungai dari Gunung Semeru. Tetapi semenjak 1 tahun terakhir terdapat kebijakan dari pemerintah daerah Lumajang untuk mengantisipasi banjir lahar dingin Gunung Semeru dan faktor keamanan dan keselamatan warga disekitar sungai maka aliran utama sungai ini sebagian dialirkan ke arah Selatan memotong lereng gunung Semeru dengan membuat bendungan besar di lereng gunung Semeru.

foto oleh mansyur hasan wahyudi

Jembatan Gantung Semeru ini adalah jembatan sumbangan dari seseorang berkebangsaan Swiss bernama Toni  untuk pemerintah kabupaten Lumajang.  Mr Toni dibantu seorang asisten ahli  dari Myanmar mendatangkan keseluruhan material mulai dari kabel baja sling dan papan baja langsung dari Swiss. Kepentingan jembatan ini adalah memberikan sarana kemudahan untuk warga terutama masyarakat Penanggal dan Pasru Jambe. Karena selama ini untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari hari warga utamanya warga desa Pasru Jambe harus menyeberang sungai Besuk Sat ini. Itupun masih terhalang besar kemungkinan adanya aliran lahar dingin yang tidak menentu kesehariannya dari lereng gunung Semeru.

warga menyelesaikannya dalam waktu 4 jam (foto.Antara)
bentang tengah jembatan gantung (foto oleh mansyur hasan)

Jembatan gantung sepanjang ± 96m ini dibangun sekitar pertengahan tahun 2011 dengan biaya keseluruhan ditanggung oleh Toni. Sedangkan ± 200 warga Pasrujambe secara swadaya tenaga ikut mendirikan Jembatan Gantung Semeru selama 5 hari tanpa dibayar sepersen rupiah. Hebatnya lagi, proses pembuatan bentang utama jembatan gantung yang melintasi sungai Besuk Sat ini diselesaikan warga dalam kurun waktu ±4 jam saja! Luar Biasa!!! Mulai dari pemasangan kabel sling baja serta panel papan baja berukuran 200cm x 200cm. Satu kebanggaan yang patut dijaga, dilestarikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya tanpa adanya tendensi khusus kepada masyarakat. saya pribadi acungkan 2 jempol .

foto dari sisi desa PasruJambe (foto oleh mansyur hasan w)

 

 

sisi sungai Besuk Sat (foto oleh mansyur hasan wahyudi)

Sebuah semangat gotong royong warga masyarakat sungai Besuk Sat dan kepedulian tinggi seorang warga negara Swiss yang tersentuh hati nurani untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan adalah semangat yang patut diacungi jempol dan ditiru. Salam Inovasi 🙂

 

Mansyur Hasan Wahyudi  (September 2011)